Pakar Bangkitkan Kembali ‘Aroma Kehidupan Abadi’ dari Mesir Kuno


Jakarta, CNN Indonesia —

Para ilmuwan berhasil merekonstruksi aroma kuno dengan mengidentifikasi bahan-bahan yang digunakan dalam balsem mumi Mesir, dan membangkitkan aroma tersebut.

Mereka yang ingin mencicipi aroma masa lalu ini akan dapat menemukan apa yang dijuluki oleh para peneliti sebagai “aroma keabadian” dalam pameran mendatang di Museum Moesgaard di Denmark.

Aroma ini disebut juga sebagai “aroma kehidupan abadi”. Para peneliti mengungkap aroma ini dibuat dari lilin lebah, minyak tumbuhan, dan resin pohon dari negeri antah-berantah yang ditemukan tim peneliti dalam balsem yang digunakan lebih dari 3.500 tahun lalu untuk mengawetkan Senetnay, wanita bangsawan yang jasadnya diletakkan di dalam guci-guci kanopik dan ditemukan di Lembah Para Raja di Mesir pada tahun 1900.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Penemuan ini mengungkap wawasan tentang status sosial Senetnay serta metode yang digunakan untuk mengawetkan jasadnya dan arti penting dari bahan balsem tersebut. Penelitian ini terbet pada Kamis (31/8) di jurnal Scientific Reports.

“Bahan-bahan pembalsem yang ditemukan dalam balsem Senetnay termasuk yang paling rumit dan beragam yang pernah diidentifikasi dari periode ini, yang mengungkapkan ketelitian dan kecanggihan pembuatan balsem tersebut,” ujar penulis utama studi tersebut, Barbara Huber, seorang peneliti doktoral dari Institut Geoantropologi Max Planck di Jerman, mengutip CNN.

“Kehadiran beragam bahan yang begitu banyak, termasuk zat-zat eksotis seperti damar atau resin pohon Pistacia, mengindikasikan bahan-bahan yang sangat langka dan mahal digunakan untuk pembalseman. Hal ini menunjukkan status luar biasa Senetnay di masyarakat,” tambah Huber.

Mengungkap cerita Senetnay

Tidak banyak yang diketahui tentang Senetnay, namun penelitian sebelumnya membuktikan ia hidup sekitar tahun 1.450 SM dan merupakan ibu susu Firaun Amenhotep II, putra yang telah lama dinanti-nantikan dan pewaris Firaun Thutmose III.

Senetnay dianugerahi gelar “Ornamen Raja,” menurut catatan sejarah, dan menjadi anggota berharga dalam rombongan Firaun. Setelah kematiannya, organ-organ vital Senetnay dibalsem dan ditempatkan di dalam empat guci kanopi dengan tutup berbentuk kepala manusia.

Orang-orang Mesir saat itu dengan hati-hati membuang organ-organ seperti paru-paru, hati, perut dan usus selama proses mumifikasi untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan mengawetkan tubuh dengan lebih baik. Menurut penelitian tersebut, orang Mesir percaya bahwa tubuh harus diawetkan untuk akhirat sehingga jiwa seseorang akan memiliki tempat untuk kembali.

Setelah proses pembalseman, guci-guci tersebut ditempatkan di dalam makam kerajaan di Lembah Para Raja, dan seorang ahli Mesir Howard Carter menemukannya pada tahun 1900. Namun, jasad Senetnay tidak ditemukan.

Penelitian ini mengungkap dimasukkannya Senetnay ke dalam Lembah Para Raja, sebuah pemakaman yang biasanya diperuntukkan bagi firaun dan bangsawan yang berkuasa menunjukkan keistimewaan yang luar biasa, dan penghormatan yang tinggi.

“Penelitian ini memberikan wawasan tentang upaya besar yang dilakukan orang Mesir dalam praktik pengurusan jenazah, dan tidak hanya untuk Firaun, tapi juga individu-individu lain dalam masyarakat,” kata rekan penulis studi Nicole Boivin, pemimpin kelompok penelitian di Institut Geoantropologi Max Planck.

“Namun, hal ini juga memperjelas bahwa Senetnay adalah orang yang penting, dengan arti penting yang melampaui deskripsi sederhana tentang dirinya sebagai ibu susu bagi Firaun Amenhotep II di masa depan,” lanjut Boivin.




Infografis membandingkan Mumi Chincorro dan mesir (Foto: Laudy Gracivia)



BMKG Ungkap Polusi Udara Memburuk Saat Tengah Malam, Cek Penjelasannya


Jakarta, CNN Indonesia —

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Rajab mengungkap alasan polusi lebih tinggi saat malam hingga menjelang pagi karena ada lapisan inversi.

“Kalau kita liat siklus harian, PM2.5 memang konsentrasi cenderung lebih tinggi pada malam. Itu relatif lebih tinggi hingga menjelang pagi. Kemudian di pagi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, PM2.5 juga meningkat,” ujar Fachri di Jakarta, Senin (28/8).

“Polutan atau partikel sebabkan polusi, kenapa tinggi malam karena ada lapisan inversi (pembalik). Di lapisan ini berkumpul, pada malam ketebalan lapisan inversi mengecil sehingga konsentrasi akan makin tinggi,” imbuhnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Merujuk situs pemantau kualitas udara, IQAir, kualitas udara di Jakarta pada dini hari memang cenderung lebih buruk dibanding siang hari. Misalnya, pada Minggu (27/8) pukul 02.00 WIB, skor indeks kualitas udara di Jakarta sebesar 173 AQI US.

Sementara, pada Minggu pukul 14.00 WIB skor indeks kualitas udara di Jakarta turun menjadi 160 AQI US.

Begitu juga pada Senin dini hari (28/8). Setelah diguyur hujan pada sore hingga malam hari, skor indeks kualitas udara di Jakarta pada pukul 01.00 WIB masih berada di angka 157 AQI US.

Lapisan inversi merupakan lapisan atmosfer yang hangat berada di atas lapisan atmosfer yang dingin. Normalnya, suhu atmosfer akan bergantung pada ketinggian, sehingga lapisan atmosfer yang lebih dingin berada di atas lapisan yang lebih hangat.

Namun, pada lapisan inversi, kondisi suhu atmosfer berbanding terbalik dengan yang normal terjadi. Pada lapisan itu, lapisan atmosfer yang hangat berada di atas lapisan atmosfer yang dingin, karena itu disebut inversi (terbalik).

Pada 2021, Koordinator Humas LAPAN (kini ORPA-BRIN) Jasyanto menjelaskan lapisan inversi biasa terjadi pada malam dan dini hari. Hal ini terjadi akibat udara di dekat permukaan mendingin atau pendinginan radiatif, sementara udara di atasnya tetap hangat.

Kemudian, lapisan ini juga dapat terjadi karena aliran udara hangat/dingin (adveksi) dan bertemunya udara hangat/dingin (front). Lapisan inversi merupakan sesuatu yang biasa dan normal terjadi dalam dinamika atmosfer.

“Inversi dapat terjadi di dekat permukaan hingga lapisan batas sampai dengan 5 kilometer, bahkan terjadi pada ketinggian sekitar 17 km (tropopause) dan luasnya bervariasi dari skala lokal hingga regional,” jelasnya.

Jasyanto menyebut lapisan inversi menahan pengangkatan udara ke atas (konveksi) sehingga dapat mengakibatkan terkumpulnya energi di dekat permukaan dan dilepaskan dalam bentuk thunderstorm yang kuat.

Selain itu, lapisan inversi juga dapat menyebabkan cuaca yang berkabut dan menahan polutan berada di dekat permukaan.

Lebih lanjut, Fachri menyebut data pengamatan terakhir BMKG menunjukkan konsentrasi polusi PM2.5 di Jakarta masih relatif tinggi, meningkat, dan cukup fluktuatif.

“Distribusi harian konsentrasi pm 2.5, antara 1-27 Agustus pada umumnya sedang (biru) 11 hari, dan tidak sehat (kuning) 16 hari. Distribusi per jam, weekend dan 17-an lebih banyak sedang. Ketika aktivitas masyarakat berkurang kualitas udara lebih baik,” ujarnya.

Untuk tiga hari ke depan, Fachri memperkirakan tingkat polusi di Jabodetabek masih berada di status tidak sehat.

“Dapat kami rangkum PM2,5 tunjukkan kualitas udara tidak sehat pada umumnya. Lebih tinggi konsentrasi pada malam, dipengaruhi lapisan inversi,” katanya.

[Gambas:Video CNN]

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Twitter Perkenalkan Fitur Lowongan Kerja, Bakal Jadi Pesaing LinkedIn


Jakarta, CNN Indonesia —

Platform media sosial X, yang dulu dikenal sebagai Twitter, memperkenalkan fitur lowongan kerja di aplikasinya. Dengan fitur itu, X bakal bersaing ketat dengan LinkedIn sebagai media sosial yang menyediakan lowongan kerja.

Kepastian fitur lowongan kerja itu seiring dengan kemunculan akun @XHiring. Dalam unggahan pertamanya, akun tersebut mengungkap bahwa fitur tersebut sudah tersedia secara beta.

“Buka akses awal ke X Hiring Beta – secara eksklusif untuk Organisasi Terverifikasi. Tampilkan peran Anda yang paling penting dan jangkau jutaan kandidat yang relevan secara organik,” demikian cuitan dalam akun @Xhiring, Sabtu (26/8).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun fitur ini masih dalam versi beta, BGR melaporkan lowongan pekerjaan sudah muncul di beberapa akun di platform ini. Vercel, yang digambarkan dalam pengumuman, sudah memiliki lowongan pekerjaan yang muncul di profilnya. Hanya organisasi terverifikasi yang bisa mendapatkan akses ke versi beta.

Meskipun fitur ini tidak selengkap yang ditawarkan LinkedIn, Xhiring memberikan organisasi cara lain untuk mengiklankan bahwa mereka merekrut di luar postingan spam untuk mengumumkan posisi terbuka. Ini merupakan satu langkah lagi menuju X menjadi aplikasi yang diimpikan oleh CEO Elon Musk.

Sementara itu, mengutip Tech Crunch, ketika masih bernama Twitter, bulan Juli lalu memang sempat tersiar kabar yang menyebut Musk mau membawa fitur pencari lowongan kerja di platform X.

Saat itu, Twitter sempat membuat sebuah akun bernama @TwitterHiring, namun kini sudah tidak ada dan diketahui tidak pernah mengunggah cuitan apa pun.

Langkah ini tidak terlalu mengejutkan, mengingat Elon Musk telah mengisyaratkan fitur tersebut pada bulan Mei lalu. Setelah seorang pengguna menyarankan agar Twitter mengimplementasikan fitur kencan, Musk pun merespons: “Ide yang menarik, mungkin juga pekerjaan.”

[Gambas:Twitter]

Dengan fitur baru ini, Twitter ingin menyaingi perusahaan-perusahaan populer seperti LinkedIn dan Indeed. Perlu dicatat bahwa Twitter membeli startup teknologi pencocokan pekerjaan bernama Laskie pada bulan Mei, yang merupakan akuisisi pertama perusahaan ini sejak Musk membeli aplikasi tersebut.

Ada kemungkinan akuisisi ini membantu raksasa media sosial ini mengembangkan dan mengirimkan fitur tersebut.

Tampaknya organisasi yang terverifikasi tidak perlu membayar ekstra untuk mengakses fitur lowongan pekerjaan. Perusahaan media Workweek mendapatkan akses ke fitur lowongan pekerjaan, dan CEO-nya Adam Ryan mengatakan bahwa fitur ini termasuk dalam paket Verified for Organizations seharga $1.000 per bulan dari Twitter.

Meskipun pengguna Twitter sudah memposting lowongan pekerjaan di platform tersebut melalui tweet, fungsionalitas baru ini dapat membantu perusahaan dengan mudah menjangkau kandidat di seluruh basis pengguna yang luas.

[Gambas:Video CNN]

(tim/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Rekayasa Bumi Diklaim Jadi Solusi Pemanasan Global, Cek Risikonya


Jakarta, CNN Indonesia —

Krisis iklim membuat para ahli dan pengambil kebijakan mencari cara untuk membuat Bumi agar tidak semakin panas. Salah satu wacana untuk memperbaikinya adalah dengan geoengineering atau rekayasa Bumi, tapi apa dampaknya?

Geoengineering merupakan rekayasa skala besar untuk mengendalikan iklim Bumi. Iklim global dikendalikan oleh jumlah radiasi matahari yang diterima oleh Bumi dan juga oleh nasib energi ini di dalam sistem Bumi, yakni berapa banyak yang diserap oleh permukaan Bumi dan berapa banyak yang dipantulkan atau dipancarkan kembali ke luar angkasa.

Pantulan radiasi matahari dikontrol oleh beberapa mekanisme, termasuk albedo (banyaknya sinar Matahari yang dipantulkan oleh suatu permukaan) dan tutupan awan serta keberadaan gas rumah kaca di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2), mengutip ensiklopedia Britannica.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika proposal geoengineering ingin mempengaruhi iklim global dengan cara ini, mereka harus secara sengaja mengubah pengaruh relatif dari salah satu mekanisme pengendali ini.

Geoengineering terdengar seperti perbaikan iklim secara instan, tetapi tanpa penelitian lebih lanjut dan batasan, ini adalah pertaruhan yang mahal dengan hasil yang berpotensi membahayakan.

Pemerintah AS baru saja mengumumkan hadiah pertama dari dana sebesar US$3,5 miliar untuk proyek-proyek yang menjanjikan guna menghilangkan karbon dioksida dari udara. Para pembuat kebijakan juga sedang menjajaki jenis-jenis geoengineering yang lebih agresif, yaitu manipulasi skala besar yang disengaja terhadap sistem alamiah Bumi.

Masalah utama perubahan iklim telah diketahui selama beberapa dekade, yakni penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, pembangkit listrik, penggundulan hutan, dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan telah melepaskan lebih banyak karbon dioksida ke atmosfer daripada yang bisa diserap oleh sistem Bumi secara alami, dan membuat pemanasan global.

Secara teoritis, geoengineering bertujuan mengembalikan keseimbangan tersebut, baik dengan menghilangkan kelebihan karbon dioksida dari atmosfer atau memantulkan energi matahari menjauh dari Bumi.

Namun, David Kitchen seorang ahli iklim dari Universitas Richmond percaya mengubah sistem iklim Bumi yang kompleks bisa menimbulkan konsekuensi. Perubahan yang membantu satu wilayah dapat membahayakan wilayah lain, dan efeknya mungkin tidak akan terlihat jelas.

“Sebagai seorang ahli geologi dan ilmuwan iklim, saya percaya konsekuensi-konsekuensi ini belum cukup dipahami. Di luar potensi dampak fisik, negara-negara tidak memiliki struktur hukum atau sosial yang memadai untuk mengelola penggunaan dan dampaknya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata David, mengutip AP, Rabu (23/8).

Kekhawatiran serupa juga disorot oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional, dan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional.

Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih juga membahas masalah ini dalam rencana penelitian pada Juli 2023 untuk menyelidiki potensi intervensi iklim.

Risiko pengelolaan radiasi Matahari

Bagi sebagian orang, ketika mendengar kata “geoengineering,” mungkin membayangkan manajemen radiasi matahari. Teknologi ini, yang sebagian besar masih bersifat teoritis, bertujuan untuk memantulkan energi matahari menjauh dari permukaan Bumi.

Gagasan injeksi aerosol stratosfer, misalnya, adalah menyemai atmosfer bagian atas dengan miliaran partikel kecil yang memantulkan sinar matahari langsung ke luar angkasa. Penipisan awan cirrus bertujuan mengurangi dampak awan tinggi dan halus yang memerangkap energi di atmosfer dengan membuat kristal es lebih besar, lebih berat, dan lebih mudah mengendap.

Menurut David pencerahan awan bertujuan meningkatkan prevalensi awan yang lebih cerah dan lebih rendah yang memantulkan sinar Matahari, mungkin dengan menyemprotkan air laut ke udara untuk meningkatkan konsentrasi uap air.

[Gambas:Video CNN]

Tips Bikin Konten Mudah Dijangkau Netizen Pakai Tablet


Jakarta, CNN Indonesia —

Kreator mesti punya trik untuk meraup viewer sekaligus bisa memproduksi konten tanpa hambatan teknis. Salah satu kuncinya ada pada algoritma dan gadget.

Viral tidaknya konten sering kali amat sulit diterka. Kualitas konten yang bagus kerap bukan patokan. Yang penting beda, unik, bahkan nyeleneh, katanya.

Meski demikian, ada beberapa patokan yang bisa dijalani dalam pembuatan konten setidaknya agar berlangsung mulus.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Video Content Creator Yudha T. Rizkianto yang dikenal juga dengan nama Alphaworks membagikan tipsnya and triknya dalam membuat konten memakai tablet dalam Workshop with Galaxy Tab S9 Series di Jakarta, Rabu (30/8).

Berikut tips-tipsnya:

1. Target audiens

Menurutnya, hal yang pertama perlu diperhatikan dalam membuat konten adalah dengan riset target audiens dan mempelajari cara kerja algoritma.

Algoritma platform media sosial bekerja dengan mengolah data. Yudha menyebut data ini didapatkan dari konten-konten yang kita buat.

2. Konsistensi

Konten-konten tersebut memerlukan amunisi untuk dapat direkomendasikan ke viewers atau pengguna lain. Salah satu amunisi yang paling ampuh adalah konsistensi.

Yudha menyebut konsistensi bukan berarti kuantitas konten diunggah dalam jumlah banyak, tetapi diunggah secara berkala sesuai periode yang diinginkan, bisa per hari, per pekan, atau per bulan.

Selain itu, konsisten juga berarti konten yang diunggah masih berada dalam satu topik atau bidang agar algoritma bisa mengidentifikasi akun kita di topik tertentu, sehingga memudahkan proses rekomendasi ke pengguna lain.

“Dengan topik konsisten, kontennya lebih gampang dikenali algoritma, dan berpotensi mendapatkan viewers lebih banyak,” ujar Yudha.

3. Insipirasi netizen

Sebelum membuat konten, kita bisa mencari inspirasi terlebih dulu terkait topik atau isi konten yang akan dibuat.

Inspirasi sendiri bisa ditemukan di mana saja, salah satunya di kolom komentar konten-konten media sosial.

“Dari sini kita bisa dapetin suara-suara emas dari netizen Indonesia,” kata Yudha.

Selain dari kolom komentar, mengikuti tren yang tengah hype di masyarakat juga jadi salah satu hack untuk membuat konten semakin mengundang viewers.

Tren tersebut bisa ditemukan di TikTok Creative Center, Google Trends, Trending Twitter, hingga Trending YouTube.

4. Membagi kategori konten

Yudha sendiri membagi kontennya dalam 3 bagian. Bagian pertama bernama hook yang memuat opening catchy untuk membuat viewers yang tengah scroll melihat konten kita.

Bagian ini bisa berdurasi 3 detik untuk video pendek dan 15 detik untuk video panjang.

Kemudian isi konten yang memuat cerita yang ingin disampaikan. Lalu yang terakhir adalah Call to Action yang membuat viewers atau penonton melakukan subscribe, follow, likes, komen, atau mungkin membeli produk tertentu yang dimuat dalam konten.

5. Gadget yang pas buat ngedit

Proses editing menjadi salah satu proses yang vital dalam membuat konten, selain proses pengambilan gambar dan footage.

Umumnya, para konten kreator, termasuk Yudha, mengedit video di komputer. Mengedit video dari perangkat mobile biasanya lebih menyulitkan, terutama pada proses render, multitasking, dan upload file.

Triknya adalah memakai tablet yang memiliki kemampuan ala PC.

Dengan demikian, kita bisa langsung melakukan proses editing di tempat setelah shooting tanpa repot mencari lokasi proper yang biasanya dibutuhkan untuk membuka laptop.

Tablet ini bisa mengimpor file langsung dari SSD. File dari kamera yang dipindahkan ke SSD bisa langsung diimpor ke tablet tanpa perlu melalui PC terlebih dahulu.

Dari segi kenyamanan, penggunaan tablet untuk mengedit video rasanya lebih nyaman dibandingkan dengan PC.

Biasanya, kontrol yang tidak presisi menjadi masalah ketika mengedit pada perangkat mobile. Namun, kehadiran pen tampaknya cukup bisa menangani hal tersebut.

(lom/arh)

BMKG dkk ‘Stand By’ Berburu Awan Hujan Pekan ini


Jakarta, CNN Indonesia —

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) bakal terus digelar selama ada awan cumulonimbus (cb) yang bisa ditaburi garam.

Sebelumnya, TMC digelar di musim kemarau terutama untuk menekan polusi udara di seputar Jabodetabek.

“Memang BMKG sudah memberikan informasi tanggal 8 sampai 9 [September] ada potensi untuk hujan, potensi pertumbuhan awan hujan. Tapi belum diputuskan akan dilakukan TMC atau tidak,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, Jumat (1/9).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan terkait TMC sendiri didapatkan dari hasil rapat antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan pemangku kepentingan.

“Misalnya, yang memangku kepentingannya adalah KLHK karena ini ada polusi, maka dilakukan,” Guswanto memberi contoh.

Ia menyebut TMC sendiri masih dilakukan hingga Sabtu (2/9). Namun, TMC yang dilakukan sejak 24 September tersebut berada dalam posisi siap stand by.

“Periode kedua TMC dilakukan dengan durasi 24-2 September, namun siap stand by posisinya,” jelasnya.

“Siap stand by itu artinya di periode itu ada yang potensi pertumbuhan awan hujannya cukup, ada yang potensi pertumbuhan awan hujannya tidak cukup,” jelasnya.

Menurut pantauan CNNIndonesia.com pada Sabtu (2/9) pagi, sejumlah wilayah Jakarta tampak mendung, bahkan gerimis sempat turun di wilayah Jakarta Selatan.

“Hari ini pun tim kita juga ada stand by di Halim, tetapi semua tergantung pertumbuhan awan hujan. Kalau ada mereka terbang, kalau enggak ada ya tidak terbang,” imbuhnya.

BMKG telah melakukan TMC sejak 19 Agustus. Pada periode pertama, BMKG melakukan TMC pada 19-21 Agustus dan menghasilkan hujan pada 20 Agustus di sekitar Bogor dengan intensitas ringan hingga sedang.

Pada 22-23 Agustus, BMKG tidak melakukan TMC karena tidak ada potensi pertumbuhan awan hujan sama sekali. TMC kemudian dilakukan kembali pada 24 Agustus hingga hari ini.

Pada TMC periode kedua, hujan terjadi pada 27 dan 28 Agustus. Hujan pada 27 Agustus terjadi di seluruh Jabodetabek dengan intensitas ringan hingga lebat. Namun, di Jakarta sebagian besar hujan ringan di bawah 10 milimeter.

“28 juga ada tapi sedikit, di Bogor. Periode ke sininya itu jarang, sehingga kita tidak melakukan shorty, hanya stand by di Halim,” terang Guswanto.

TMC periode pertama sendiri dilakukan pada periode 19-21 Agustus dengan shorty TMC dari Lapangan Terbang Husein Sastranegara, Bandung. Proses modifikasi cuaca ini berhasil membuat hujan di sekitar Bogor pada Minggu (20/8) dengan intensitas ringan hingga sedang.

Lebih lanjut, Guswanto memperkirakan Sabtu (2/9) tidak akan ada proses shorty karena potensi pertumbuhan awan hujan sangat minimal sekali, bahkan cenderung tidak ada.

[Gambas:Video CNN]

(lom/arh)

Viral! Ikan Kiamat Raksasa Muncul, Ini Faktanya

Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah ikan langka raksasa telah ditemukan oleh sebuah grup penyelam di laut lepas Taiwan. Akibat memiliki bentuk yang tidak biasa, ikan tersebut menjadi viral dan bahkan disebut-sebut menjadi ikan pertanda kiamat.

Ikan tersebut adalah jenis oarfish yang biasanya ditemukan pada kedalaman 200 hingga 1000 kaki di bawah permukaan air laut. Tubuhnya berwarna silver dengan aksen glitter yang berkilau.

Ikan oarfish yang ditemukan para penyelam memiliki bentuk yang tidak biasa, sebab di tubuhnya terdapat lubang. Ikan itu juga berdiri secara vertikal, tak horizontal seperti pada umumnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat habitatnya yang jauh di bawah laut, oarfish jarang ditemukan oleh manusia. Pertemuan grup penyelam dengan oarfish raksasa di Distrik Ruifang, sebelah timur Taiwan, tersebut adalah kejadian langka.

Video kemunculan ikan raksasa berlubang itu diunggah instruktur selam Wang Cheng-Ru di akun Instagram personalnya pada Juni lalu.

“Banyak hewan menakjubkan yang bisa ditemukan di timur laut Taiwan. Namun, ini adalah kali pertama saya bertemu oarfish raksasa,” kata Cheng-Ru, dikutip dari Newsweek.

Oarfish dinobatkan sebagai ikan bertulang terpanjang di dunia oleh Guiness World Records. Pada 1963, seekor oarfish ditemukan di New Jersey dengan panjang diperkirakan 50 kaki atau sekitar 15 meter. Pada 1885, spesies oarfish seberat 600 pon atau 227 kg ditemukan di Maine.

Menurut cerita rakyat Jepang, penampakan oarfish adalah pertanda bencana yang akan datang. Ikan itu disebut pula ‘ryugu no tsukai’ yang artinya ‘pembawa pesan dari Kerajaan Tuhan’.

Legenda Jepang percaya bahwa oarfish merupakan pelayan ‘Ryujin’, yakni Dewa Laut. Ikan tersebut membawa pesan dari Ryujin bahwa akan terjadi gempa di daratan.

Sebelumnya, kemunculan oarfish di Jepang pernah terjadi menjelang gempa di Tohoki dan bencana nuklir di Fukishima. Kendati demikian, ilmuwan mengatakan tak ada hubungan antara kemunculan oarfish dan kondisi Bumi.

“Tak ada bukti sains yang menunjukkan ada keterkaitan antara oarfish dan bencana. Menurut saya, masyarakat tak perlu khawatir, kata Profesor Ilmu Perikanan dari Kagoshima University, Hiroyuki Motomura, dikutip dari New York Post.

“Menurut saya, oarfish muncul ke permukaan ketika kondisi habitat mereka sedang buruk. Oleh karena itu, biasanya mereka ditemukan manusia dalam keadaan tak bernyawa,” tambahnya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


NASA Ungkap Kemunculan Tanda-Tanda Kiamat, Ini Faktanya..

(mkh/mkh)

Cara Keluar Grup WA Diam-diam Tanpa Ketahuan Anggota Lain


Jakarta, CNN Indonesia —

Aplikasi perpesanan WhatsApp memungkinkan penggunanya keluar dari grup diam-diam tanpa diketahui anggota lain. Bagaimana caranya?

Fitur ini sebetulnya sudah meluncur sejak tahun lalu bersama sejumlah fitur baru WhatsApp lainnya.

“[Fitur baru WhatsApp] mulai dari keluar dari grup tanpa notifikasi, mengontrol siapa yang dapat melihat Anda online, dan pemblokiran tangkapan layar untuk pesan sekali lihat,” kata Bos Meta Mark Zuckerberg beberapa waktu lalu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Zuckerberg beralasan fitur-fitur tersebut diluncurkan untuk melindungi privasi dan keamanan pengguna. Ia berharap fitur tersebut dapat memberikan perlindungan bagi pengguna WhatsApp.

Sebelum fitur baru ini, pengguna yang keluar dari grup WhatsApp akan diketahui oleh anggota lain, karena akan muncul pemberitahuan di ruang obrolan, seperti “si anu left” atau “si anu keluar.”

Berkat fitur baru ini, pemberitahuan tersebut tidak akan ditampilkan pada anggota lain di grup, sehingga pengguna bisa keluar grup WhatsApp tanpa diketahui anggota lain.

Meskipun begitu, admin grup masih mendapatkan pemberitahuan bila salah satu atau beberapa anggotanya keluar dari gruo. Artinya, pengguna yang keluar dari grup tidak benar-benar keluar tanpa diketahui siapa pun.

Selain itu, riwayat aktivitas keluar grup juga masih dapat dilihat oleh anggota lainnya melalui opsi terbaru “View Past Participants” atau “Lihat Anggota Sebelumnya”.

Pada opsi ini, anggota lain dapat melihat siapa anggota yang keluar dan kapan anggota keluar dari grup WhatsApp.

Lebih lanjut, opsi “View Past Participants” memberikan informasi anggota yang meninggalkan grup dalam kurun waktu 60 hari, baik mereka yang keluar sendiri atau dikeluarkan oleh admin.

Untuk mengakses opsi ini, pengguna hanya perlu membuka halaman profil grup dan gulir ke bawah hingga menemukan opsi tersebut.

Lalu bagaimana caranya keluar dari grup WhatsApp diam-diam tanpa ketahuan anggota lain?

Sebelum mencoba fitur terbaru ini, pengguna harus memiliki versi aplikasi WhatsApp terbaru, baik untuk iPhone maupun hp Android.

Jika sudah memiliki aplikasi WhatsApp versi terbaru, berikut langkah-langkah keluar dari grup WhatsApp secara diam-diam:

– Buka ruang obrolan grup WhatsApp
– Klik nama grup di bagian atas ruang obrolan
– Setelah halaman profil grup WhatsApp terbuka, gulir ke bawah dan klik opsi “Keluar dari Grup” atau “Exit Group”
– Selesai mengetuk opsi tersebut, pengguna akan keluar dari grup WhatsApp tanpa muncul notifikasi di ruang chat.

[Gambas:Video CNN]

(tim/dmi)

Pakar Kritik Water Mist Buat Tekan Polusi: Enggak Akan Berdampak


Jakarta, CNN Indonesia —

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengaku mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan penyemprotan uap air (water mist) dari atas gedung untuk mengurangi polusi udara. Efektifkah?

Water mist diklaim lebih efektif daripada penyemprotan jalanan yang dilakukan beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, Heru akan memanggil pemilik dan pengelola gedung-gedung tinggi di Jakarta untuk menindaklanjuti arahan tersebut.

“Gedung-gedung high risk building akan kami undang untuk bisa menerapkan apa yang diminta oleh Pak Menko Marves dan tentunya tadi direkomendasikan oleh Ibu Menteri Lingkungan Hidup,” kata Heru dalam jumpa pers pascarapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/8).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi seperti menyemprotkan dari gedung di lantai paling atas itu menyemprotkan water mist, sehingga untuk bisa mengurangi polusi secara serentak,” imbuhnya.

Peneliti Meteorologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Deni Septiadi sangsi rencana itu dapat berjalan dengan baik. Sejak masih berbentuk usulan akhir pekan lalu, Deni meragukan opsi ini untuk mengurangi polusi udara di Jakarta.

Menurut Deni menyemprotkan air dari atas gedung merupakan cara instan yang tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan kualitas udara.

“Cara-cara instan enggak akan berdampak. Jakarta dan sekitarnya hampir setiap tahun jadi kota berpolusi, karena kebijakan atau regulasinya hampir selalu jangka pendek,” ungkap Deni akhir pekan lalu.

Selain itu, menurut Deni butuh ber ton-ton kubik air untuk membersihkan Jakarta dengan cara tersebut.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar sebelumnya mengungkap metode penyemprotan uap air cukup baik dalam menurunkan polusi udara di Jakarta. Uji coba sudah dilakukan di sejumlah lokasi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Siti mengungkap untuk water mist tersebut butuh air sekitar 500 liter per generator menggunakan alat mist generator yang dibuat oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain butuh air ratusan liter, metode itu juga membutuhkan listrik 2.000 watt.

Siti mengatakan metode itu telah diuji coba di Gedung Pertamina yang lokasinya berdekatan dengan Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (27/8). Hasilnya, ia mengklaim metode itu membuat skor PM 2,5 turun drastis.

Biang kerok

Deni mengungkap kadar polutan PM2,5 yang menyelimuti sejumlah kawasan Jakarta itu, mengambang di Lapisan Batas Atmosfer (LBA) dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan.

Menurut dia pemerintah seharusnya melakukan identifikasi terlebih dahulu dari mana sumber emisinya sebelum melakukan penindakan.

“Apakah itu dari sektor transportasi, industri atau Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Harusnya diidentifikasi nih, setelah itu tinggal dicarikan regulasinya,” jelas dia.

Menurutnya jika biang keroknya sudah ditemukan, selanjutnya pemerintah tinggal memperketat regulasi seperti memaksa masyarakat untuk beralih ke transportasi umum atau memperpanjang hari tanpa kendaraan bermotor alias car free day.

“Cobain regulasi yang agak ketat, kemudian [masyarakat] dicoba dan dipaksakan beralih ke transportasi umum atau car free day diperpanjang, turun enggak untuk polusinya,” kata Deni.

“Cara yang paling bisa dilakukan dan sudah dilakukan banyak negara yaitu menggalakkan transportasi umum, dicek lagi PLTU atau industri yang polutanya,” imbuhnya.

Dengan cara itu, Deni memprediksi setidaknya dalam waktu seminggu kandungan PM 2,5 akan terlihat berkurang karena polutan akan ke permukaan dan diserap oleh pohon-pohon.

[Gambas:Video CNN]

(tim/dmi)

El Nino Menggila, BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan Hingga November


Jakarta, CNN Indonesia —

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia bakal berstatus waspada kekeringan sampai dengan November mendatang. Simak penjelasannya.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Fachri Rajab mengatakan hujan bulanan di Indonesia masih dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Ia memprediksi fenomena ‘pengering’ hujan ini bakal bertahan hingga akhir tahun 2023, bahkan sampai awal 2024.

“Prediksi hujan bulanan, Indonesia masih dipengaruhi El Nino. September, Oktober, masih akan terjadi sampai Desember bahkan sampai awal 2024. Tapi harapannya masuk musim hujan dampaknya [polusi udara] berkurang,” kata Fachri di Jakarta, Senin (28/8).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

“Artinya sampai November waspada kekeringan, Desember udah beda, waspada banjir,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, fenomena El Nino diprediksi berpeluang berlangsung hingga Februari 2024 dan memicu kenaikan suhu melebihi rekor El Nino kuat terakhir pada awal 2016.

Merujuk laporan terbaru dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), ada kemungkinan lebih dari 95 persen El Nino bakal berlangsung hingga Februari 2024 disertai dengan dampak iklim yang luas.

“El Nino diperkirakan akan terus berlanjut selama musim dingin di belahan bumi utara,” tulis NOAA dalam laman resminya belum lama ini.

Sejak awal Juni, Fenomena El Nino mulai menyapa Bumi. El Nino merupakan peristiwa peningkatan suhu lautan yang biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun di Pasifik tengah dan timur, yang menyebabkan kenaikan suhu udara di seluruh dunia.

Para ilmuwan mengukur suhu permukaan laut di Samudera Pasifik tropis bagian timur-tengah untuk melacak perkembangan El Nino. Suhu yang sangat tinggi tampaknya mengkonfirmasi prediksi awal peristiwa tahun ini bisa menjadi peristiwa besar.

63 persen wilayah RI terdampak El Nino

Merujuk data BMKG, saat ini sebanyak 63 persen wilayah tanah air sudah masuk musim kemarau dan terdampak El Nino. BMKG mengungkap beberapa daerah yang akan terdampak cukup kuat adalah sebagian besar wilayah Sumatera seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, dan Lampung.

Kemudian, seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara diprediksi memiliki curah hujan paling rendah dan berpotensi mengalami musim kering yang ekstrem.

Namun begitu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan musim kemarau dan kekeringan di Indonesia imbas El Nino tidak akan parah-parah amat. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada minggu terakhir Agustus 2023 yang dipicu fenomena El Nino.

“Dasarnya kan dari penghitungan suhu muka air laut lalu dihitung dalam indeks atau anomali. Di Indonesia ini relatif paling lemah, kalau di negara lain levelnya bisa lebih tinggi,” kata Dwikorita beberapa waktu lalu.

Menurutnya kondisi pada saat puncak kemarau tahun ini akan seperti kekeringan pada 2019, meski tidak akan separah 2015 ketika diperburuk dengan luasnya area kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Memang kalau kita lihat di lapangan sungai-sungai sudah mulai mengering ya. Tetapi kalau dilihat secara global intensitas atau level El Nino di Indonesia ini relatif rendah. Kita diuntungkan karena masih punya laut,” jelas Dwikorita.

“Ini adalah fenomena global yang terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lain seperti India, Thailand, dan Vietnam. Karena kita levelnya paling rendah sehingga dampaknya tidak akan separah di negara lain,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(tim/dmi)