Modal Triliun Rupiah dari Jeff Bezos Cs, Startup RI Tutup

Jakarta, CNBC Indonesia – Startup Ula mengumumkan sejumlah perubahan dalam perusahaannya. Perusahaan yang didanai oleh modal ventura milik pendiri Amazon, Jeff Bezos, menyatakan menutup bisnis FMCG andalan mereka.

Ula adalah startup yang bergerak di bidang pemenuhan barang dagangan untuk warung dan toko kelontong. Perusahaan ini membuat heboh saat mengumumkan pendanaan Seri B US$ 87 juta (sekitar Rp 1,3 triliun) dari sekelompok investor, termasuk Bezos Expeditions.

Selain Bezos Expeditions, Ula juga didukung investor kelas kakap seperti Prosus Ventures, Tencent, B-Capital serta Northstar Group dan AC Ventures yang berbasis di Indonesia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO RESUME CONTENT

Sayangnya, Ula memutuskan untuk menutup bisnis FMCG mereka dan melakukan PHK massal. Meskipun mengklaim beralih ke bisnis lain, perusahaan tidak menjelaskan rencana baru perusahaan secara detail.

“Hari ini, menandai titik balik untuk Ula. Setelah banyak pertimbangan dalam beberapa bulan, kami memutuskan beralih dari bisnis distribusi FMCG berbasis inventaris di Ula,” kata perusahaan dalam laman resminya, dikutip Kamis (5/10/2023).

Menurut perusahaan, keputusan ini akan membuat mereka bisa mengarahkan upayanya dengan skala lebih baik yang ada sekarang. Termasuk dengan memanfaatkan teknologi, margin tinggi serta efisiensi modal.

Perubahan ini juga berdampak pada keputusan melakukan PHK pada sejumlah pegawainya. Ula tak menyebutkan jumlah yang dipangkas, namun hanya mengatakan sejumlah besar anggota timnya harus terkena dampaknya.

“Sejumlah besar anggota tim kami, yang telah memberikan semuanya untuk proyek ini, akan terkena dampaknya. Ini paling menyakitkan untuk kami,” jelas Ula.

“Bagi mereka yang terdampak, ini bukan kritik pada kerja keras atau nila Anda. Anda lebih dari rekan kerja, Anda menjadi rekan pembangun dan teman”.

Ula juga memastikan memberikan paket pesangon dan beberapa hal lainnya untuk pegawai yang terkena PHK. Khusus untuk paket pesangon, perusahaan menjanjikan akan memberikan dengan adil sesuai persyaratan hukum.

Selain itu, Ula menawarkan dukungan karir dengan memanfaatkan jaringan perusahaan menemukan pekerjaan baru bagi mereka yang terdampak. Terakhir adalah bantuan imigrasi bagi pemegang visa.

Bagi mereka yang terkena PHK akan melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan untuk membahas detail tersebut.

PHK kali ini juga bukanlah yang pertama. Pada November tahun lalu, Ula memangkas 134 orang atau 23% dari total seluruh karyawannya.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ironis! Biasa Kasih Lowongan Kerja, Kini Malah PHK Karyawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *