Meta Luncurkan Imagine Buat Bikin Foto AI

Jakarta, CNN Indonesia —

Meta meluncurkan platform kecerdasan buatan (AI) generatif bernama Imagine yang memungkinkan pengguna memproduksi foto atau konten visual dengan perintah teks.

Imagine hadir sebagai platform tersendiri berbasis web. Pengguna hanya perlu mengunjungi lamanhttps://imagine.meta.com/untuk menggunakan platform ini.

Mirip dengan DALL-E, Midjourney, dan Stable Diffusion dari OpenAI, Imagine with Meta yang didukung oleh model pembuatan gambar Emu dari Meta menciptakan gambar beresolusi tinggi dari prompt teks.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Platform ini dapat diakses secara gratis (setidaknya untuk saat ini) untuk pengguna di Amerika Serikat (AS) dan menghasilkan empat gambar per prompt.

“Kami senang mendengar dari orang-orang tentang bagaimana mereka menggunakan imagine, fitur pembuatan teks-ke-gambar dari Meta AI, untuk membuat konten yang menyenangkan dan kreatif dalam obrolan. Hari ini, kami memperluas akses untuk menggunakan imagine di luar obrolan,” tulis Meta dalam sebuah posting blog┬ápada Rabu (7/12).

“Meskipun pengalaman perpesanan kami dirancang untuk interaksi yang lebih menyenangkan, interaksi bolak-balik, kini Anda juga dapat membuat gambar gratis di web.”

Meta disebut akan menghadirkan watermark untuk konten-konten yang dihasilkan oleh Imagine untuk transparansi dan agar konten tersebut mudah ditelusuri.

Dikutip dari Tech Crunch, watermark terlihat sebetulnya sudah ada, tetapi watermark yang tidak terlihat akan dihasilkan dengan model AI dan dapat dideteksi dengan model yang sesuai.

“[Watermark ini] tahan terhadap manipulasi gambar yang umum, seperti pemotongan, pengubahan ukuran, perubahan warna (kecerahan, kontras, dll.), tangkapan layar, kompresi gambar, noise, lapisan stiker, dan banyak lagi,” kata Meta dalam postingannya.

“Kami bertujuan untuk menghadirkan watermark yang tidak terlihat ke banyak produk kami dengan gambar yang dihasilkan AI di masa depan,” tambah mereka.

Teknik watermarking pada seni generatif sendiri bukanlah hal yang baru. Perusahaan rintisan asal Prancis, Imatag, menawarkan alat bantu watermark yang diklaim tidak terpengaruh oleh pengubahan ukuran, pemangkasan, pengeditan, atau pengompresan gambar. Kemudian, Steg.AI juga menggunakan model AI untuk menerapkan watermark yang dapat bertahan dari pengubahan ukuran dan pengeditan lainnya.

Microsoft dan Google juga telah mengadopsi standar dan teknologi watermarking berbasis AI.

Namun begitu, Imagine with Meta belum bisa diakses di Indonesia. Saat CNNIndonesia.com mencoba mengakses, laman Imagine with Meta menampilkan keterangan “Tidak tersedia di lokasi Anda” ketika dibuka.

(lom/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *